I considered my self as a conservative modern young woman.. meskipun saya cenderung berpikir secara konserfatif,, tapi saya tidak menutup pikiran saya dari hal-hal baru yang mungkin beradu dengan pendirian saya selama ini.. seperti kebolehan tokoh yang diperankan Brad Pitt dalam Interview with the Vampire,, adaptasi.. open-mind pada hal baru dapat membantu kita bertahan dari lindasan jaman.. keistimewaan itu yang membuat manusia masih lestari sampai hari ini,, bersama dengan kecoa dan kepiting bercangkang aneh yang dulu pernah jadi makanan dinosaurus..
saya selalu beranggapan: okeii,, kamu boleh berpendapat seperti blablabla,, saya boleh juga dong berpendapat blablabla,, dan kalau kamu bisa berargumen dengan baik dan meyakinkan saya bahwa pendapat kamu yang blablabla itu benar,, saya pasti akan menyetujui,, dan saya harap begitu pula sebaliknya,, karena menurut saya kebenaran itu cuma satu.. tapi kalau ternyata kita tidak mencapai kata sepakat,, o yaa sudah,, jalan sendiri” saja di jalannya masing”,, ga perlu saling sandung kan.. saya rasa tujuannya pasti sama” baik,, cuma saya lewat utara kamu lewat selatan,, jadi seharusnya ga masalah ga sii.?
tapii,, untuk yang satu ini,, saya agak sulit menahan ego dan membiarkannya lewat begitu saja..
masalah saya hari ini [lebih tepatnya dari dulu] adalah: para sexist,, mereka yang sering mengelompokan sifat-perilaku-cara berpikir-dst manusia berdasarkan gender.. genderisasi [bener ga sii kata”nya.?].!
*cewek itu maunya kepastian.. oh,, jadi kalau kamu cowok ga pa pa digantung.?
*cowok itu ga bisa dikengkang.. oh,, jadi kalau kamu cewek mau ajah dilarang-larang.?
*cewek itu apa-apa pake perasaan.. oh,, jadi kalau kamu cowok berarti kamu ga punya perasaan.?
*cowok itu mikirnya pake logika.. oh,, jadi kalau kamu cewek berati kamu ga pernah pake logika.?
emangnya gitu.?
saya dengan sangat tegas bilang: tidak.!
setiap individu punya pribadi masing”.. meskipun misalnya saya dan kamu sama” perempuan,, ga berarti reaksi kita terhadap sesuatu akan sama..
dan ada yang terheran-heran tentang pengelompokan berdasarkan horoscope.. heh,, itu masii ada 12,, klo genderisasi.? 2.!
okeii,,, meskipun anak teknik saya mengerti juga kok soal,, dengan perbedaan gender,, disini berarti ada perbedaan pada jenis kelamin,, dengan jenis kelamin berbeda maka hormon yang lebih aktif pun berbeda,, dan masalah fisik lainnya sehingga membuat katanya perempuan bisa multi-tasking dan laki-laki dapat membaca peta.. biological.. tapi ibu saya yang notabene perempuan pastinya,, sangat andal membaca peta,, sebaliknya ayah saya buta peta [dan bakat tersebut menurun pada saya].. dan ayah saya yang tentu saja laki-laki merupakan individu yang sangat sensitif dan perasa,, sedangkan ibu saya cuek dan bebas.. jadi mana sifat” gender yang tadi disebutkan.?
ada yang bilang,, perempuan itu harus jaga sikap,, kalem,, dan santun.. bukannya semua orang harus jaga sikap yaa.? harus bisa kalem.? harus coba santun.? ga peduli gendernya apa.. itu kan masalah etika,, bahwa kita menghargai orang” disekitar kita,, kita menghormati dengan bersikap sopan.. ga berarti kalau kamu cowok,, kamu dimaafkan kalau buang ludah sembarang [sekarang di beberapa daerah di Indonesia hal tersebut sudah dianggap tindakan kriminal]..
ada yang bilang,, cowok harus kuat,, berani,, dan pekerja keras.. sekali lagi,, bukannya semua orang harus bisa kuat yaa.? harus bisa berani.? harus mau bekerja keras.. ga peduli kamu laki-laki atau perempuan..
dan baru tadi,, lagi” saya berhadapan dengan sekelompok orang sexist.. dan meskipun bukan untuk pertama kalinya saya berhadapan dengan orang” macam begini,, saya selalu saja keheranan.. setelah setiap tahunnya kita merayakan hari Kartini,, mengenang kesengsaraan seorang wanita yang terbelenggu,, yang baru setelah beliau meninggalkan dunia,, perjuangannya kemudian terdengar di penjuru pertiwi ini.. masih saja ada yang punya pemikiran kolot mengenai perempuan..
kenapa perempuan tidak bisa dianggap individu mandiri yang punya hidup sendiri.. bukannya,, seperti yang sering saya dengar dari teman” laki-laki saya,, cewek mah enak abis lulus tinggal nunggu dilamar.. dan saya langsung berpikir: Man.! memangnya mereka pikir saya sekolah tinggi cuma buat meningkatkan harga jual,, I do have a dream to pursuit..
I’m not a feminist.. saya bukan perempuan yang melupakan kodrat.. saya seperti perempuan lainnya juga terenyuh melihat bayi yang menangis,, tersipu saat diberi setangkai bunga,, menangis saat patah hati.. tapi saya manusia yang percaya perempuan juga manusia yang seperti juga kaum adam,, punya mukjizat,, yaitu pilihan..
seorang perempuan ingin menjadi pembalap F1.. bagus.. seorang perempuan ingin menjadi ibu rumah tangga.. bagus.. seorang perempuan ingin menjadi pe-sumo.. boleh.. kenapa ga.? selama dia mampu..
saya sendiri punya cita-cita sederhana untuk suatu saat nanti bisa jadi perempuan yang mengabdi pada keluarga,, but that doesn’t mean I can’t be the number one lobbyist in the whole wide world while doing it..
rahaha..
“Tapi haruskah semua jelas tentang sebuah aikon? Bahkan sebagai aikon, orang dapat membacanya secara bertentangan. Dalam lagu karya W.R. Supratman itu ia disebut ”pendekar bangsa, pendekar kaumnya”, tapi yang bagi saya menyentuh dalam sosok Kartini justru dirinya yang terbelah: ia menjerit dan sebab itu didengar, ia korban dan sebab itu jadi lambang. Kita tahu akhirnya ia gagal: seorang penentang poligami yang mati muda sebagai seorang madu. Tapi kegagalan itulah yang menunjukkan betapa tak adilnya sistem tempat ia hidup—dan Indonesia pun berteriak, ”Jangan, jangan lagi!”.”
Goenawan Mohamad
jangan, jangan lagi..

*Dr. Pepper Cherry Vanilla